Rabu, 11 November 2009

AKU KEMBALI

Aduh.. Sudah 3 bulan lebih aku nggak blogging. Semua orang pasti pernah mengalami kejenuhan. Salah satunya aku. Jenuh blogging. Haha. Aku mau minta maap kepada kawan blogger yang mau tukeran link tapi belum ku konfirmasi. Dan maap juga kepada pesan-pesan kawan blogger yang tak terbalas. Hehe.. Kini aku sudah aku kembali. Menulis dan blogwalking lagi.

Dan sekarang saatnya beraksi.
Update blog. Eh. Sekarang aku mau ubah gaya bahasaku. Dari Gue menjadi Aku. HAha..
Tancap..!

Baca Selanjutnya ..

Rabu, 08 Juli 2009

ANTARA SELEKSI KEJURNAS, BENSIN, PEMILU, DAN AWARD

Huwwaahhh….. udah lama nggak ngeblog ni. Hampa juga. Yang bikin fatal adalah PRku yang baru aja naik ke 2 yang awalnya 1. ^Gue juga bingung pas masang widget PR dib log ini PRnya langsung 1, padahal blognya baru. Tapi….. Huwwaaaaaa….. Tiba-tiba aja sekarang PR blog gue nyungsrep jatuh gedubrak malibuk ke 0. Tega banget tu Amang Google. Hiks.. Hiks..


Tragedi ini mungkin karena kesibukan gue di dunia nyata. ^hehe.. sok sibuk. Pertama sibuk karena gue demam. Trus sibuk karena gue ngikutin seleksi “Kejurnas Taekwondo”.

Awalnya sih malas ikut seleksi. Tapi karena Saboem (pelatih) yang ngajak dan nggak ada alasan yang tepat yang tepat buat nggak ikut, dengan senang hati deh gue ikut. Gila aja gue ngasih alasan kayak gini ke pelatih. “Maaf Saboem, gue nggak bisa ikut seleksi”. “Nyamuk peliharaan di rumah gue mati gara-gara over dosis Baygon.” ^Sekedar info. Gue bikin peternakan nyamuk di rumah.

Sabtu, 4 Juli kemaren adalah hari “H”. Tempatnya di SKB Mulawarman. Tepatnya lapangan bola. Wah! Gila boy! Seleksinya disuruh ngelilingin lapangan bola yang panjang 1 kelilingnya 300 m. Kalo cuman 1 keliling sih ayo aja. Tapi, ini 8 keliling boy! Hitung aja. 8 x 300 m = 2.400 m.

Peluit tanda mulai sudah ditiup. Putaran ke-4 gue serasa mau tewas. Tapi, semangat masih membara. Setajam silet! (lho?). Gila aja gue brenti. Malu dong sama cewek-cewek yang ada di sana. ^Emangnya gue cowok apaan (dengan gaya kebanci-bancian). Putaran ke-7 gue udah sekarat. Putaran ke-8 tambah sekarat. Dan finish… Dengan mencatat waktu 15,46 menit. ^Nilai = Sangat Kurang. Huwwahagagaggg…..

Besoknya ada tes kyurugi a.k.a. fight a.k.a. duel. Karena kurang pengalaman pas di matras kaki gue sulit diangkat. Padahal skill lawannya kurang lebih gue aja. Babak ke-3 gue ceroboh. Gue kena tendang di leher. Tepat di jakun. Waaadddaaauuuww….. Pertandingan diakhiri wasit. Padahal kan gue masih sanggup tuk bertarung. Hehheyy… hasilnya gue nggak lolos seleksi. Huwwwaaahhagagggagagaga….. Tak apa lah.. yang penting pengalaman. Hiks.. Hiks.. 

Senin. Teman sekelas gue waktu kelas sepuluh ultah. Ngetraktir nonton di 21. Gue juga diajak. Hehe. Alhamdulillah… Nonton gratis boy! Mau nonton KING tapi nggak jadi. Sebagai gantinya kami nonton KCB. S^^lan! Filmnya bersambung. Nggak asik banget.

Pas pulang. Kira-kira 200 m lagi nyampe rumah. ZzzZZrrRRRrrttTttTT…….. Gas motor gue jerojotan. WaddDAuuuuUWwwwwW…. Bensin mau abis. ^Gini deh karmanya gara-gara malas isi bensin. Gas tetap kupacu dengan hati was-was nano-nano. Gue liat orang jual bensin. Hati bimbang berkecamuk (isi apa nggak?). Tapi motor nggak mau brenti. Jalan terus deh. ZzzzZzrrRRrrrRrttTTTttttttttttttt…………. ^udah status siaga nih. Bensinnya tinggal 3 sendok makan. Untung ada orang jual bensin lagi. Dengan hati suka cita riang gembira berbunga-bunga gue menyetop motor. Melayang deh duit 5.000. Gud Bai duit tercinta.. Hiks.. Hiks..

Pemilu = Nyontreng
Gue yang PRO RAKYAT mempunyai semboyan LEBIH CEPAT LEBIH BAIK maka dari itu LANJUTKAN! ^Hehheyy… Kata-kata siapakah itu??

Hari ini pencontrengan besar-besaran dilakukan. Tanggal 8 Juli 2009. Hari bersejarah yang menentukan nasib bangsa Indonesia. Hari pemilihan pemimpin bangsa. Paling setengah menit di bilik suara. Akibatnya setengah mati alias 5 tahun. Mudah-mudahan presiden yang terpilih nanti adalah pemimpin yang membawa bangsa Indonesia kea rah yang lebih maju. Bukan sebaliknya. Terpuruk.

8 Juli juga bersejarah bagi gue. Soalnya ini adalah hari dimana pertama kalinya gue nyontreng. Dan pilihan gue jatuh pada Capres……^Rahasia boy!

Di hari bersejarah ini gue mau ngasih award kepada sobat blogger yang udah rela dan ikhlas tukeran link, kasih komen di postingan, dan kasih komen di chatbox sebagai tanda persahabatan.

Ni boy awardnya. Ambil aja.

 Dan gue mau pamer award yang baru dikasih sobat Hakiem. Hehe..
Makasih boy!
Udah rela ngasih award ini ke gue yang keren ini. HuUwWWwaaGaggAgag…..  



Baca Selanjutnya ..

Selasa, 30 Juni 2009

BILANGAN SUJUD


Pada Al-Quran, akan anda temukan bahwa kata sujud yang dilakukan oleh mereka yang berakal disebutkan sebanyak 34 kali. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud dalam shalat sehari¬hari yang dilahukan pada lima waktu sebanyak 17 rakaat. Pada setiap rakaat dilakukan dua kali sujud sehingga jumlahnya menjadi 34 kali sujud sebagaimana terdapat pada ayat-ayat berikut:
1. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: 'Sujud-lah kamu kepada Adam' .... (2:34)
Ayat ini merupakan ayat ketiga puluh empat pada surat Al-Baqarah, yaitu surat dalam mushaf yang pertama yang menyebutkan masalah sujud yang jumlahnya sama dengan jumlah sujud keseharian.
2. .... kemudian Kami katakan kepada para Malaikat; "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (Al-Araf: 11)
3. Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada Malaikat: "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (AI-Isra: 61)
4. an (ingatlah) ketika kami katakan kepada para Malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" ... (Al-Kahfi: 50)
5. Dan (ingatlah) ketika Kami katakan kepada para malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" . . . (Thaha: 116)
6. Wahai orang-orang yang beriman, ruku' dan ber-sujud-lah kamu serta beribadahlah kamu kepada Tuhanmu . . . (AI-Hajj : 77 )
7. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujud-lah kamu sekalian kepada Yang Mahapenyayang." Mereka menjawab: "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?" . . . (Al-Furqan: 60)
8. Janganlah kalian ber-sujud kepada matahari maupun bulan, dan ber-sujud-lah kamu semua kepada Allah, Zat Yang telah menciptakan keduanya (matahari dan bulan) .... (Fushshilat: 47)
9. Maka ber-sujud-lah kalian kepada Allah dan beribadahlah kalian (kepada-Nya). (Al-Najm: 62)
10. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama-sama orang yang ruku'. (Ali Imran: 43)
11. Maka sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr: 30)
12. 12. Maka ber-sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama¬sama. (Shad: 73)
13. .... Maka semua para Malaikat itu ber- sujud, kecuali Iblis; ia enggan ... (Al-Baqarah: 24)
14. .... Kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). (An-Nisa: 102)
15. .... Lalu Kami katakan kepada malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!", maka mereka ber-sujud, kecuali iblis .... (Al-A'raf: 11).
16. .... Maka mereka ber- sujud, kecuali iblis ....(Al-Isra: 61)
17. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali Iblis. Dan dia adalah dari golongan jin .... (AI-Kahfi: 61).
18. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali iblis, ia enggan ... (Taha: 116).
19. Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan ber-sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al¬ Hijr: 33).
20. ..... Kecuali iblis, ia berkata: 'Apakah aku akan ber¬-sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?". (Al-Isra: 61).
21. Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk ber¬- sujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" .... (AI-A'raf: i2).
22. Allah berfirman: "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-cipta-kan dengan kedua tangan-Ku?".... (Shad: 75).
23. Janganlah kalian sujud kepada matahari maupun bulan ( Fushilat: 3 7 )
24. .... Mereka berkata: "Dan siapakah Yang Maka Penyayang itu? Apakah kami harus ber- sujud kepada yang kamu perintahkan kepada kami?" .... (Al-Furqan: 60).
25. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi .... (AI-Ra'd: 15).
26. Dan hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang ada di langit dan bumi .... (Al-Nahl: 49).
27. Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah ber¬-sujud segala apa yang ada di langit, bumi .... (Al-Haj: 18).
28. Agar mereka tidak ber- sujud (menyembah) Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi .... (Al-Naml: 25).
29. .... Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga ber- sujud (sembahyang). (Ali Imran: 113).
30. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka ber¬tashbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka ber¬- sujud. (Al-A'raf: 206).
31. Aku mendapati dia dan kaumnya ber- sujud kepada matahari, selain Allah .... (Al-Naml: 24).
32. Dan jika dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak ber- sujud. (Al-Insyihaq: 21).
33. Dan pada bagian dari malam, maka sujud-lah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (AI-Insan: 26).
34. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujud-lah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (AI-Alaq: 19).
Dalam Al-Quran tidak ada kata sujud yang dihubungkan dengan makhluk yang tidak berakal, kecuali satu ayat saja, yaitu dalam firman Allah SWT:

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-keduanya sujud kepada-Nya. (Al-Rahman: 6).

Selain dalam ayat tersebut, 34 kata kerja (fi'il) sujud semuanya dihubungkan dengan makhluk berakal.


Baca Selanjutnya ..

SURAT TAGIHAN


Suatu sore, seorang anak menghampiri Ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang sudah ditulisinya. Setelah sang Ibu mengeringkan tangannya dengan celemek Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:


Untuk memotong rumput Rp2.000
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp1.000
Untuk pergi ke toko disuruh Ibu Rp500
Untuk menjaga Adik waktu Ibu belanja Rp500
Untuk membuang sampah Rp1.000
Untuk nilai yang bagus Rp3.000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp500
Jadi, jumlah utang Ibu adalah Rp8.500

Sang Ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang Ibu. Lalu Ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang Ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan Ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam Ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta Ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta IBU adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis Ibunya, Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah Ibunya. Dan berkata: “Bu, aku saying sekali sama Ibu”. Kemudian Ia mengambil pulpen. Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: “LUNAS”.

Baca Selanjutnya ..

Selasa, 23 Juni 2009

PERTANYAAN DARI SEORANG MURID SMU (SHALEH MAULANA USAID)


1. Kenapa harus sekolah?
2. Kenapa upacara bendera diadainnya setiap hari Senin (Kenapa ga hari Selasa aja, atau Sabtu)? 
3. Kenapa harus pakei kaos kaki pemain bola yang ketinggiannya mencapai radius hampir sedengkul (kalo kaos kaki pendek emangnya kenapa)?
4. Kenapa harus mempelajari banyak mata pelajaran yang belum tentu disukai dan diminati, seperti: ngitungin rumus benda jatuh-gravitasi dan ngitungin duit orang-akuntansi (kalo satu aja kan lebih fokus..)?
5. Kenapa pas lagi enak-enakan nongkrong (terserah nongkrongnya dimana, mau di depan kelas, mau di depan mading, di depan aula, di ruang guru, di ruang kepsek, di pos satpam, di tong sampah, atau di wc sekalipun) secara tiba-tiba,mendadak, dan mengejutkan kalo ada guru yang lewat maka harus berdiri dengan maksud menghormati (emangnya hormat itu harus dengan cara berdiri apa..)?
6. Kenapa harus memberi salam pas guru masuk ke kelas mau ngajar (kan seharusnya yang ngeberi salam itu orang yang datang..)?

7. Kenapa kalo berambut panjang, berambut gondrong, berambut gimbal, berambut acak-acakan, berambut sapu ijuk, berambut sapu lidi, dan sejenisnya (khusus bagi kaum yang merasa berjenis kelamin cowok) dilarang oleh sekolah atau dengan kata-kata lain yang bermakna sama yaitu berambut seperti itu dianggap sebagai kriminal (pasti guru2 jawabnya gini: "Orang pintar itu ga ada yang rambutnya gondrong atau gimbal!" Heh! Paman Einstein yang rambutnya gondrong itu emangnya ga pintar dan jenius..)?

Albert Einstein

8. Kenapa harus mempelajari tentang kehidupan si Budi yang identik dengan anak yang baik (Ini Budi. Ini Ibu Budi. Ini Bapak Budi. Ini Ani Adik Budi. Budi Suka Menolong)?

Bagi yang udah ngebaca pertanyaan-pertanyaan di atas saya mohon kesediaannya untuk menjawabnya..

Jawaban dari saudara sangat berarti!

Baca Selanjutnya ..

Rabu, 10 Juni 2009

LARANGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN BERWARNA KUNING (BAG. 2)


Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah saw pernah ditanya,”Pakaian apa yang dikenakan saat orang berihram? Beliau saw menjawab,”Janganlah engkau memakai baju, sorban, celana, baju panjang, terompah kecuali bagi seseorang yang tidak mendapati sandal maka pakailah terompah itu dengan dipotong bagian atas dari mata kakinya. Dan janganlah engkau mengenakan kain yang sedikitpun terkena kunyit (warna kuning).” (Muttafaq alaih, sedangkan lafazhnya dari Muslim)

Hadits ini merupakan dalil diharamkannya mengenakan pakaian (ihram) yang dicelup dengan warna kuning. Namun terjadi perbedaan pendapat terhadap sebab pelarangannya, apakah dikarenakan ia adalah perhiasan atau bau yang ditimbulkannya ? Maka para ulama berpendapat bahwa sebab pelarangan itu adalah dikarenakan bau yang ditimbulkannya jika ia digunakan untuk mewarnai pakaian. Namun apabila ia disiram dengan air dan baunya menjadi hilang maka diperbolehkan berihram dengannya.

Terdapat didalam sebuah riwayat “Kecuali jika ia mencucinya” walaupun demikian (dicuci), pengenaan kain berwarna merah dan kuning tetap diharamkan bagi kaum laki-laki dalam keadaan tidak berihram sebagaimana diharamkannya saat mereka berihram.” (Subulus Salam juz II hal 386)

Dari Ali ra bahwasanya Rasulullah saw melarang mengenakan pakaian sutra dan juga al muashfar “ (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi) Muashfar adalah pakaian atau kain yang dicelup dengan warna merah yang ditimbulkan dari tanaman ushfur yaitu tanaman yang bijinya dibuat minyak, yang sudah dikenal dikalangan orang-orang arab.

Hadits tersebut mengandung pengharaman terhadap pakaian yang dicelup dengan warna merah (muashfar) sebagaimana pendapat al Hadawiyah. Sedangkan sekelompok sahabat Nabi saw, tabi’in memperbolehkan pengenaan pakaian yang dicelup dengan warna merah, demikian pula pendapat fara fuqoha selain ahmad. Ada juga yang mengatakan makruh tanzih (kalaupun dilakukan maka pelakunya tidaklah terkena sangsi). Mereka mengatakan bahwa Nabi saw pernah mengenakan pakaian merah.” Didalam shahihain dari Ibnu Umar,”Aku pernah menyaksikan Rasulullah saw mencelup dengan warna kuning.”

Ibnul Qoyyim memberikan jawaban terhadap hal ini dengan mengatakan bahwa ia adalah pakaian yang seluruhnya merah. Dia mengatakan,”Sesungguhnya pakaian berwarna merah itu adalah dua pakaian yang berasal dari Yaman yang dijahit dengan benang berwarna merah dan hitam. Permasalahan hanya karena terdapat benang merah ini sudah diketahui sedangkan apabila seluruhnya berwarna merah maka larangan terhadapnya lebih utama lagi. Disebutkan didalam shahihain bahwa Nabi saw melarang mengenakan sutra yang berwarna merah.” (Subulussalam juz II hal 178 – 179)

Dalam pewarnaan pada kain ini paling tidak ada dua permasalahan :
Pertama : Apabila kain dicelup dengan warna merah (muasfhar).
Kedua : Apabila kain dicelup dengan warna kuning (muza’far).

Apabila kain dicelup dengan warna merah (muashfar) maka terdapat perbedaan pendapat :
Ahmad dan al Hadawiyah mengharamkannya berdasarkan riwayat dari Amru bin Ash berkata,”Rasulullah saw melihatku mengenakan dua pakaian dari muasfaroin. Beliau saw bersabda,”Sesungguhnya ini adalah diantara pakaian orang-orang kafir maka janganlah kamu memakainya.” (HR. Muslim)
Jumhur sahabat, tabi’in, Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i membolehkannya berdasarkan riwayat dari Baro bin Azib yang mengatakan,”Aku pernah menyaksikan Nabi saw mengenakan pakaian berwarna merah.” (HR. Bukhori Muslim)
Ada riwayat dari Imam Malik yang mengatakan bahwa hal itu adalah makruh tanzih apabila dipakai di kebun, pasar dan tempat-tempat lainnya kecuali di dalam atau halaman rumah. Mereka juga berdalil dengan dalil yang digunakan kelompok kedua.

Sedangkan apabila kain dicelup dengan warna kuning (muza’far) maka pendapat para ulama adalah :
Abu Hanifah, Syafi’i dan para pengikutnya berpendapat bahwa hal itu haram digunakan baik pada pakaian maupun badan, berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasulullah saw melarang seorang laki-laki yang menggunakan za’faron (warna dari kunyit).” (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud)
Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa hal itu adalah makruh tanzih berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar ra yang berkata,”Aku pernah menyaksikan Nabi saw mencelup dengan warna kuning.”
Sebagian ulama yang lain ada yang melarangnya pada saat mengenakan ihram untuk haji atau umroh berdasarkan hadits Ibnu Umar bahwa Nabi saw melarang seorang yang berihram mengenakan kain yang terdapat waros atau za’faron (warna kuning).
Imam Malik membolehkan penggunaan warna kuning untuk kain / pakaian dan diharamkan apabila digunakan untuk badan, berdasarkan riwayat dari Abu Musa bahwa Rasulullah saw bersabda,”Allah tidak menerima shalat seseorang yang dibadannya ada sesuatu dari kholuq (pewangi yang berwarna kuning).”.

Didalam kitabnya “Ma’rifatus Sunan” Imam Baihaqi memberikan tanggapan terhadap pendapat Imam Syafi’i yang mengharamkan pencelupan kain dengan warna kuning dengan mengatakan,” Imam Syafi’i melarang seseorang terhadap kunyit (warna kuning) dan membolehkan muashfar (warna merah) dengan mengatakan bahwa aku memberikan keringanan didalam muashfar dikarenakan aku tidak mendapati seorang pun yang menceritakan dari Nabi saw yang melarang tentang hal ini kecuali apa yang dikatakan oleh Ali ra yang mencegahku dan aku tidak mengatakan mencegah kalian.

Baihaqi mengatakan bahwa ada hadits-hadits yang menunjukkan tentang pelarangan tentang hal itu secara umum lalu dia menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin al ‘Ash diatas yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan juga beberapa hadits yang lainnya. Kemudian dia mengatakan,”Seandainya hadits-hadits ini sampai kepada Syafi’i pasti dia akan berdalil dengan hadits-hadits ini.” Kemudian dia juga menyebutkan sanad-sanadnya yang dishahihkan oleh Syafi’i dan dia (Syafi’i) mengatakan,”Apabila hadits Nabi saw berbeda dengan pendapatku maka amalkanlah hadits itu dan tinggalkanlah pendapatku.” Dan dalam riwayat lain dia mengatakan,”Itu adalah pendapatku.”

Baihaqi mengatakan,”Syafi’i telah mengatakan,”Dan aku melarang seorang yang tidak sedang mengenakan ihram dalam kondisi apa pun mengenakan za’faron (warna kuning).” Dia berkata,”dan aku memerintahkannya apabila dia mengenakan pakaian kuning hendaklah dia mandi.” Baihaqi mengatakan,”Dia mengikuti sunnah didalam kain yang dicelup dengan warna kuning maka apabila dia mengikutinya pula didalam muashfar (warna merah) tentulah lebih utama.” Dia mengatakan,”Sebagian salaf telah memakruhkan muashfar, demikian ini juga pandapat Abu Ubaidah al Hulaimi dari para sahabat kami dan hal ini dirukhshohkan oleh sekelompok ulama. Karena sunnah lebih utama untuk diikuti. (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 74 - 76)

Jadi dilarang bagi seorang laki-laki mencelup kainnya dengan ushfur sehingga berwarna merah dan juga dengan za’fron sehingga berwarna kuning.

Adapun pakaian-pakaian dari warna-warna selainnya maka para ulama tidaklah berbeda pendapat dalam membolehkannya, bahkan mereka telah bersepakat dalam hal ini sebagaimana disebutkan oleh Nawawi didalam majmu’ (4/337) : “Diperbolehkan mengenakan warna putih, merah, kuning, hijau baik ia merupakan garis-garis warna maupun tidak bergaris, tidak ada perbedaan didalam hal ini dan tidak pula dimakruhkan sedikit pun.”

Didalam “al Mausu’ah al Fiqhiyah” (6/132 – 136) disebutkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa sunnah mengenakan pakaian berwarna putih… para fuqoha telah bersepakat bahwa boleh mengenakan pakaian yang berwarna merah / kuning selama bukan berasal dari muashfar atau muza’far”

Bagi para wanita diperbolehkan mengenakan warna apa saja selama ia tidak berhias untuk orang-orang asing (bukan suaminya). Adapun orang-orang yang mengharamkan muashfar, muza’far dan yang lainnya hanyalah mengkhususkannya bagi kaum laki-laki.

Ibnu Abdil Barr didalam “Tamhid” (16/123) mengatakan,”Adapun terhadap kaum wanita maka tidak ada perbedaan diantara para ulama dalam membolehkan pakaian mereka dicelup dengan muashfar, baik yang merah pekat, merah tidak pekat, atau kain yang dicelup dengan warna merah tipis.” (islam-qa)


Wallahu A’lam

Baca Selanjutnya ..

KASIH SAYANG SEORANG IBU


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah ibu ini cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan penuh haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, sekarang zamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelpon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, ”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Baca Selanjutnya ..
 

Hak Cipta Hanya Milik Allah Swt.
Copyright © 2009 be THE WINNER